Monday , May 18 2026

MUI Kota Kediri Beri Siraman Rohani di Lapas Kediri, Tingkatkan Perbaikan Spiritual Warga Binaan

Lapas Kelas IIA Kediri bekerja sama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Kediri mengadakan kegiatan Pembinaan Mental Spiritual bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) di Aula Lapas, Jumat (5/7/2024). Acara ini diikuti oleh santri dan santriwati yang merupakan bagian dari WBP. Kegiatan ini mengusung tema “Asmaul Husna 99 Nama Allah SWT yang Indah dan Memiliki Makna yang Mendalam”.

Dalam kegiatan ini, para peserta mendalami makna dari setiap nama Allah, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran spiritual dan memperkuat hubungan mereka dengan Allah SWT. Pembinaan ini diharapkan dapat membantu warga binaan dalam proses perbaikan diri, serta membangun fondasi yang kuat bagi kehidupan mereka setelah masa pembinaan di Lapas.

Prof. Dr. H. Nur Ahid, M.Ag, Sekretaris MUI Kota Kediri, dalam ceramahnya menyampaikan bahwa setiap individu membutuhkan asupan spiritual yang akan tercermin dalam sikap, perbuatan, dan tingkah laku yang sesuai dengan ajaran Islam. “Pengenalan dan pemahaman terhadap Asmaul Husna diharapkan dapat menjadi sarana bagi warga binaan untuk merenungkan dan memperbaiki diri, sehingga mampu menjalani hidup lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Plt. Kalapas Kediri yang diwakili oleh Kasi Binadik Harry Suryadi mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan yang dilakukan bersama MUI Kota Kediri ini. “Terima kasih kami sampaikan kepada MUI Kota Kediri yang telah bekerja sama dengan kami dalam mendidik dan membantu menerangi hati warga binaan. Ini merupakan salah satu bentuk program pembinaan keagamaan yang penting bagi warga binaan,” ungkap Harry dalam sambutannya.

Kegiatan ini juga sejalan dengan arahan Kakanwil Kemenkumham Jatim, Heni Yuwono, yang menekankan pentingnya peningkatan pengetahuan agama bagi warga binaan. Selain meningkatkan pemahaman agama, kegiatan ini juga diharapkan dapat membantu mereka dalam proses rehabilitasi, menumbuhkan rasa tenang dan damai, serta memperkuat ikatan sosial dan solidaritas di antara sesama WBP.

Dengan adanya program pembinaan spiritual ini, diharapkan warga binaan dapat meraih kesadaran baru dan mengubah diri menjadi pribadi yang lebih baik, serta menjadi langkah penting dalam proses reintegrasi sosial setelah masa hukuman yang dijalani berakhir. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam menciptakan perubahan positif di lingkungan Lapas.